Selasa, 23 Juni 2020

Inilah 5 Keuntungan Memiliki Asuransi Jiwa

Inilah  5 Keuntungan Memiliki Asuransi Jiwa

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Baik itu soal karir, keuangan, percintaan maupun kondisi Anda di masa mendatang. Oleh karena itu, Anda membutuhkan proteksi untuk masa depan yang lebih terjamin. Oleh karena itu, banyak orang yang lebih memilih menggunakan asuransi jiwa murah untuk perlindungan di masa mendatang.

Asuransi jiwa merupakan salah satu proteksi yang diberikan untuk resiko kematian seseorang. Saat pihak tertanggung meninggal dunia, pihak asuransi akan memberikan biaya pertanggungan sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati. Oleh karena itu, asuransi yang satu ini banyak diminati oleh masyarakat yang ingin memiliki perlindungan jiwa atas dirinya di masa depan.

Keuntungan Memiliki Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa memiliki berbagai keuntungan, yaitu sebagai berikut.

1. Digunakan sebagai Investasi

Meskipun asuransi pada dasarnya bukanlah investasi, namun Anda bisa menggunakannya sebagai investasi. Pada saat menggunakan asuransi ini, Anda akan mendapatkan jaminan pengembalian dalam jangka waktu tertentu. Agar hasilnya lebih terasa, Anda bisa memilih masa pertanggungan 5 sampai 10 tahun. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan biaya pertanggungan yang lumayan besar.

2. Memberi Ketenangan dan Kenyamanan

Keuntungan lain dari asuransi jiwa adalah memberikan kenyaman dan juga ketenangan. Pihak tertanggung dalam asuransi jiwa disarankan seorang tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir soal finansial jika sewaktu-waktu pihak tertanggung meninggal dunia. Perusahaan asuransi jiwa murah akan memberikan biaya tanggungan sesuai dengan polis yang disetujui di awal.

3. Mengurangi Kerugian

Saat memutuskan menggunakan asuransi jiwa, Anda bisa mengurangi resiko kerugian. Saat pihak tertanggung meninggal dunia, biasanya akan ada hal-hal yang merugikan, misalnya meninggalkan utang, biaya tanggungan anak-anak, dan masih banyak lagi. Jika Anda sudah menggunakan asuransi jiwa,  resiko-resiko kerugian bisa diminimalisir sebaik mungkin.

4. Mengatur Keuangan

Dengan menggunakan asuransi jiwa, penghasilan Anda setiap bulannya akan disisihkan. Ini tentu saja menjadi langkah yang baik karena pengeluaran lebih jelas tujuannya. Dengan demikian, pengaturan keuangan pun menjadi lebih baik. Anda bisa lebih bijak mengelola keuangan dan memangkas anggaran yang tidak perlu, apalagi untuk sekedar berbelanja barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan.

5. Tabungan Masa Depan

Asuransi jiwa juga bisa dijadikan sebagai tabungan masa depan Anda. Bedanya, asuransi tidak bisa diklaim atau diambil kapan saja. Ada aturan untuk mengklaim uang pertanggungan, sehingga uang hanya bisa diambil saat terjadinya resiko kerugian atau masa pertanggungan habis. Ini tentu saja berbeda jika Anda menggunakan tabungan yang bisa diambil kapan saja.

6. Melindungi Ahli Waris

Manfaat terakhir dari penggunaan asuransi jiwa adalah mampu melindungi ahli waris. Saat pihak tertanggung meninggal dunia, biaya pertanggungan akan diberikan kepada ahli waris. Dengan demikian, resiko kerugian akibat kepergian tertanggung bisa diminimalisir. Oleh karena itu, pastikan ahli waris asuransi jiwa ini jelas. Bisa saja istri, anak, dan lain sebagainya.

Itulah enam manfaat menggunakan asuransi jiwa. Dengan adanya perlindungan di masa depan, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan resiko yang akan dialami karena pihak asuransi akan memberikan biaya pertanggungan. 

Untuk mendaftar asuransi jiwa, Anda bisa memilih perusahaan yang menawarkan asuransi jiwa murah melalui https://www.generali.co.id/id/healthyliving/detail/6/Kenali-Ciri-ciri-Asuransi-Jiwa-Terpercaya-dan-Terbaik-di-Indonesia.  Di sini, Anda bisa memilih biaya premi yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Yuk, mulai sayangi diri Anda dengan menggunakan proteksi masa depan yang terpercaya!

Selasa, 16 Juni 2020

3 Poin Penting yang Sebaiknya Anda Terapkan Saat Memilih Masker Kain

3 Poin Penting yang Sebaiknya Anda Terapkan Saat Memilih Masker Kain

Sampai hari ini angka kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Meski “New Normal” di beberapa daerah sudah berjalan, penerapan protokol kesehatan masih menjadi keharusan. Mulai dari rajin mencuci tangan dengan sabun, pemakaian hand sanitizer, menjaga jarak, hingga pemakaian masker sangatlah dianjurkan. Masker yang digunakan tidak harus masker medis, sehingga masker kain juga bisa menjadi pilihan.

Dibutuhkan kesadaran dan kerjasama seluruh lapisan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini. Berperang dengan virus membuat kita semua harus selalu waspada akan bahaya musuh yang tak terlihat tersebut. Jadi, seyogyanya kita memakai masker karena kesadaran akan saling menjaga satu sama lain. Jangan sampai kita memakai masker hanya karena takut akan mendapat sanksi jika tidak menerapkan protokol kesehatan.

Memilih masker yang tepat

Berbicara mengenai masker, masker non-medis yang disarankan untuk dipakai adalah masker kain. Lantas seperti apa masker berbahan kain yang bisa membantu mencegah penularan virus? Agar tidak salah memilih masker, berikut tips yang bisa Anda terapkan.

1. Ukurannya pas

Pada umumnya fungsi masker ini untuk melindungi diri agar tidak ada kotoran yang masuk ke dalam mulut atau hidung. Dalam hal pencegahan virus, masker berperan agar droplet dari virus tidak masuk melalui mulut dan hidung. Supaya masker yang digunakan bisa memberikan perlindungan maksimal, maka penting bagi Anda untuk memilih masker yang ukurannya pas dengan bentuk wajah.

Pilihlah masker yang bisa menutupi bagian pipi, mulut dan hidung. Baik memilih masker medis maupun non-medis, poin ini tidak boleh diabaikan.

2. Bertali atau memiliki karet

Agar masker kain bisa digunakan dengan benar, maka sebaiknya masker dilengkapi dengan tali pengikat atau karet. Adanya tali atau karet ini membuat masker terpakai dengan erat dan pas dengan bentuk wajah Anda. Kedua jenis masker ini banyak dijual di pasaran, Anda bisa memilih masker sesuai kenyamanan.

3. Bagian dalam / luar

Masker non-medis memiliki dua warna dan mudah dibedakan manakah bagian dalam dan luarnya. Sementara umumnya masker berbahan kain ini hanya satu warna sehingga Anda harus tahu betul bagaimana cara membedakan bagian dalam dan bagian luar masker tersebut. 

Di pasaran, Anda akan menemukan masker berbahan kain yang bagian dalam dan luar maskernya memiliki lipatan jahitan. Nah, untuk menentukan bagian dalam dan luar masker ini, Anda bisa melihat dari arah lipatan jahitan tersebut. Jika arah lipatan ke atas, maka itulah bagian dalam masker. Sedangkan jika arah lipatannya ke bawah, maka itu adalah bagian luar masker.

Demikianlah 3 poin penting yang sebaiknya Anda terapkan dalam memilih masker berbahan kain. Mengingat saat ini sudah diberlakukan “New Normal”, mungkin sebagian dari Anda sudah mulai bekerja di kantor dan banyak beraktivitas di luar rumah. Agar penampilan tetap fashionable meski harus memakai masker sepanjang hari, tidak ada salahnya Anda memilih masker fullprint yang bisa Anda dapatkan secara custom. 

Senin, 01 Juni 2020

Apakah Boleh Bayar Zakat Fitrah Secara Online? Begini Hukumnya

Bayar Zakat Fitrah Online

Tak terasa lebaran sudah tiba. Seluruh umat muslim di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia, sudah pasti akan bersama-sama menggelar Idul Fitri. Sesuai syariat Islam, ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh seluruh muslim di dunia ketika matahari di hari terakhir Ramadhan tenggelam, yakni zakat fitrah. Pertanyaannya, di era yang serba digital ini, bolehkah bayar zakat fitrah online? Yuk, kita temukan jawabannya di bawah ini.

Apakah Zakat Fitrah Itu?

Pertama-tama, mari kita membahas tentang apa itu zakat fitrah lebih dulu. Zakat fitrah adalah sebuah jenis zakat yang harus dikeluarkan di akhir bulan Ramadhan dan sebelum shalat Ied berakhir oleh seorang muslim. Bagi orang-orang yang mampu dan memiliki harta berlebih, meskipun itu hanya membeli makanan dalam satu hari di Hari Raya selain makanan yang biasanya ia makan, maka orang tersebut wajib membayarkan zakat fitrah.

Orang yang sengaja tidak membayar zakat atau membayar zakat selepas Salat Ied selesai, maka hukumnya adalah berdosa dan haram. Meski begitu, ada juga orang yang memang dibebaskan dari kewajiban membayar zakat fitrah, yakni orang yang benar-benar tidak mampu membayar zakat dan jika membayar, maka itu akan memberatkan dirinya dan keluarganya. Misalnya saja, tidak bisa makan hingga menyebabkan kelaparan.

Selain dibebaskan dari kewajiban, orang-orang dalam golongan ini malah termasuk orang yang wajib mendapat zakat fitrah. Jadi, nantinya zakat yang sudah dibayarkan oleh muslim-muslim lainnya dan sudah dikumpulkan di panitia akan dibagikan kembali kepada mereka yang membutuhkan. Boleh dibilang, sistem zakat fitrah sama halnya dengan sedekah.

Adapun untuk membayar zakat fitrah, Anda diwajibkan menggunakan bahan makanan pokok. Jika di Indonesia bahan makanan pokoknya adalah beras, maka kita semua menggunakan beras untuk membayar zakat. Jumlah beras yang dibayarkan adalah sekitar 2,5 kg per muslim.

Bagaimana Hukum Bayar Zakat Fitrah Secara Online?

Seperti yang sudah disebutkan, beras adalah zakat fitrah yang dibayarkan di Indonesia. Nah di era yang serba maju sekarang ini, bayar zakat fitrah sudah sering tidak lagi dilakukan dengan beras, melainkan kerap dilakukan dengan uang. Entah itu via cash atau pembayaran dengan uang digital, para muslim di zaman sekarang sudah banyak yang melakukannya.

Dalam perkembangannya pun, banyak lembaga penyalur zakat yang membuka penerimaan zakat secara online. Tidak ketinggalan, aplikasi-aplikasi e-commerce pun juga berbondong-bondong membuka fitur ini. Pertanyaannya, bolehkah membayar zakat dengan uang secara online?

Dilihat dari pendapat para ulama yang bisa Anda akses di berbagai sumber, rupanya membayar zakat fitrah entah itu dengan beras atau uang, dilakukan secara tunai atau online, diperbolehkan dan sudah mengikuti syariat Islam. Bahkan menurut Asrorun Ni’am di Kumparan.com, Sekretaris Komisi Fatwa MUI tersebut mengatakan bahwa secara fikih, tidak ada ketentuan harus ada ijab kabul fisik dalam zakat fitrah.

Namun tentunya, menurut beliau, pembagian zakatnya yang harus diperhatikan. Karena dilakukan secara online dimana si pemberi zakat tidak bisa memantau secara langsung, maka para lembaga atau aplikasi penyalur zakat tersebut harus adil dan hati-hati dalam pembagiannya.

Nah, dalam membayar zakat fitrah secara online, hitungannya pun sama saja. Jika hitungan menggunakan beras adalah 2,5 kg per individu, maka dalam pembayaran online, besaran hitungannya akan dikonversi sebesar berapa rupiah uang yang harus ditransfer atau dibayarkan dari mereka yang berzakat ke platform-platform digital penerima zakat fitrah.

Demikian ulasan mengenai hukum bayar zakat fitrah online yang mana dibolehkan. Semoga ulasannya bermanfaat.