Selasa, 06 April 2021

Mengenal TENS Therapy untuk Pengobatan Skoliosis

Selasa, April 06, 2021 | , | Berkomentar
Mengenal TENS Therapy untuk Pengobatan Skoliosis

Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) merupakan salah satu scoliosis rehab atau terapi untuk pengobatan kondisi kebengkokan tulang belakang. Perawatan yang umum ditemui pada klinik pengobatan skoliosis seperti laman berikut https://scoliosiscare.id/rehabilitasi/ ini menggunakan bantuan arus listrik bertegangan rendah. Aliran listrik dari perangkat bernama TENS Unit inilah yang menjadi sumber penyembuhan kondisi skoliosis penderita. Lantas, bagaimanakah cara kerja, efek samping, serta ketentuan penggunaan terapi TENS ini?

Cara kerja TENS therapy 

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, terapi TENS dilakukan dengan menyalurkan arus listrik bertegangan rendah dari TENS Unit pada elektroda kecil yang ditempelkan di dekat titik-titik nyeri maupun pemicu nyeri pada tubuh penderita. Ada dua teori yang tersebar mengenai cara kerja TENS pada tubuh penderita skoliosis. 

Teori pertama menyebut aliran listrik dari TENS Unit akan merangsang sel-sel saraf yang menghalangi transmisi sinyal nyeri. Sehingga, persepsi atau perasaan nyeri penderita akan sirna. Namun, teori lain mengatakan jika aliran listrik dari TENS Unit akan merangsang saraf tubuh penderita untuk meningkatkan produksi endorfin; zat penekan rasa sakit yang dikeluarkan oleh otak ketika saraf dirangsang. Endorfin inilah yang nantinya menghilangkan persepsi atau perasaan nyeri penderita. Meski demikian, kedua paham ini sama-sama membantu hilangkan rasa sakit atau nyeri yang dialami oleh pengidap skoliosis.

Efek samping TENS Therapy

Hilangnya rasa nyeri di bagian belakang tubuh pengidap skoliosis memang bisa dirasakan oleh semua pasien. Akan tetapi, sebagian kecil dari mereka pun merasakan efek samping berupa bekas luka bakar di tempat penempatan elektroda. Meski begitu, efek samping ini sangat jarang terjadi, menurut Cleveland Clinic, kondisi ini mungkin disebabkan oleh alergi atas perekat yang dipakai pada bantalan elektroda ataupun alergi atas bantalan itu sendiri. Alhasil, kulit pasien muncul bekas luka seperti kemerahan, iritasi, atau ruam.

Selain itu, beberapa orang mungkin akan merasa tidak nyaman dengan sensasi tusukan atau kesemutan yang diberikan oleh TENS Unit.

Ketentuan Penggunaan TENS Therapy

Setelah tahu cara kerja serta efek samping yang mungkin diberikan TENS therapy, Anda mungkin tertarik untuk mencoba cara pengobatan satu ini. Namun, terapi ini tidak dapat diaplikasikan pada semua pengidap skoliosis. Terdapat beberapa kondisi tubuh yang tidak disarankan untuk menggunakan terapi TENS ini. 

Apabila Anda juga mengidap penyakit jantung, kanker, epilepsi, gangguan pendarahan, trombosis vena dalam, atau sedang dalam kondisi memakai perangkat implan dan/atau mengandung, Anda tidak diperbolehkan mengikuti terapi ini untuk mengobati skoliosis Anda. Sebagai gantinya, Anda bisa pilih terapi manual atau perawatan lain sesuai saran dokter spesialis rehabilitasi medik maupun fisioterapis.

Demikian ulasan tentang TENS therapy selaku salah satu pengobatan kondisi skoliosis. Semoga informasi dalam artikel ini berguna buat Anda, ya.

0 komentar:

Posting Komentar